Wednesday, June 3, 2009

Petikan dari seorang imam...

Entry kali ni saya nak ketengahkan beberapa petikan dan riwayat dari seorang imam semoga kita dapat renung-renungkan kehidupan kita pada hari ini dengan kehidupan orang-orang terdahulu dan menjadi pedoman untuk kehidupan sehari-harian.

- Berkata Ar-rabi' : "Adalah imam Asy-Syafi'i ra. mengkhatamkan Al-Quran dalam bulan ramadhan, enam puluh kali. Semuanya dibaca dalam solat.

- Berkata Al-Hassan Al-Karabisi : "aku bermalam bersama imam Asy-Syafi'i ra. selama beberapa malam. aku lihat dia melakukan solat hampir sepertiga malam dan aku tidak melihat dia melebihkan bacaan Al-Quran melebihi 50 ayat. apabila dia memperbanyakkan maka dia akan membaca sehingga seratus ayat. apabila dia membaca ayat rahmat, dia akan berdoa kepada Allah SWT untuk dirinya dan untuk sekalian kaum muslimin dan mu'minin. Dan apabila ia membaca ayah 'azab. lalu dia akan memohon pelindungan dan kelepasan azab untuk dirinya dan untuk orang mukmin. Dia seakan-akan mengumpulkan harapan bersama dengan ketakutan."

- Imam Asy-Syafi'i pernah berkata, "Aku tidak pernah kenyang selama 16 tahun. Kerana kekenyangan itu memberatkan tubuh, mengesatkan hati, menghilangkan cerdik, menarikkan tidur dan melemahkan orang yang kenyang itu daripada beribadah".

- Berkata Imam Asy-Syafi'i, "Tidak pernah aku bersumpah dengan nama Allah SWT, BAik dalam hal yang benar dan apalagi bohong".

- di tanya Imam Asy-Syafi'i tentang suatu masalah, maka dia diam. Ketika ditanya kembali, "mengapa tuan tidak menjawab? Kiranya Allah merahmati tuan". Maka beliau menjawab : "aku berfikir, sehingga aku mengetahui, mana yang lebih baik,samaada diamku atau jawabku"

- Berkata Ahmad bin Yahya bin Wazir : "Pda suatu hari, keluarlah imam Asy-Syafi'i ra. pergi ke pasar lampu, lalu kami ikuti dia dari belakang. tiba-tiba ada orang yang memperbodohkan seorang ahli ilmu. Maka Imam Asy-Syafi'i menoleh kepada kami seraya berkata: "bersihkanlah pendengaranmu dari mendengar kata-kata kejiseperti kamu membersihkan lidahmu dari mengucapkannya. Sesungguhnya si pendengar adalah sekutu bagi yang berkata. Orang yang lemah fikiran, melihat kepada barang yang sangatburuk di dalam wadahnya. maka ia berusaha menuangkannya ke dalam wadahmu. Kalau ditolak perkataan orang yang lemah fikiran itu, maka akan bahagialah orang yang menolaknya, sebagaimana akan celakalah orang yang mengatakannya".

- berkata imam Asy-Syafi'i ra. : "seorang filosuf menulis surat kepada seorang filosuf. Di antara isinya ialah: Engkau telah mendapat ilmu, maka janganlah engkau kotorkan ilmumu itu dengankegelapan dosa. Nanti engkau akan tinggal dalam kegelapan, pada hari di mana ahli ilmu bekerja dengan nur ilmunya".

- Imam Asy-Syafi'i berkata: "Barang siapa mendakwa bahawa ia mengumpulkan antara cinta kepada dunia dan cinta kepada Pencipta dunia dalam hati nuraninya, maka dia adalah pembohong".

- pernah suatu ketika al-Harits, anak murid Imam Asy-Syafi'i ra, yang mempunyai suara merdu, membaca ayat :

" inilah hari yang dikala itu mereka tiada dapat berbicara. dan kepada mereka tiada diberikan keizinan, sehingga merekan dapat memajukan keberatan(pembelaan)" ( Al-Mursalat, 35-36)

dengan tiba-tiba imam Asy-Syafi'i berubah warna mukanya, berkerut kulit keningnya, badannya gementar lalu jatuh tersungkur. ketika ia sedar kembali, maka ia berkata : "Aku berlindung dengan Engkau ya Allah dari Tempat berdirinya orang-orang dusta dan penyelewengan orang-orang lengah. Ya Allah, kepadaMU jua tunduk hati orang-orang 'arifin (orang-orang yang mengenal Allah) dan membungkuk merendahkan diri orang-orang yang rindu kepada Engkau! Tuhanku! anugerahilah kepadaku limpah kurniaMu! Muliakanlah aku dengan lindunganMu! maafkanlah keteledoranku(kelalaianku) dengan kemurahanMu(Belas kasihanMu)!"

- Abdullah bin Muhammad Al-Balawi menerangkan : "kemudian ia pergi dan kamipun pergi, tatkala aku masuk Bagdad dan Asy-Syafi'i masih di Irak(tidak pernah jumpa). maka aku duduk di tepi sungai, mengambil wuduk dan bersolat. tiba-tiba lewat di sampingku seorang laki-laki, seraya berkata kepadaku :"ya, saudara!berwuduklah dengan baik, niscaya Allah SWT memberikan kepadamu kebaikan di dunia da akhirat". Lalu aku menoleh, dan bergegaslah aku berwuduk dan mengikutinya dari belakang. Mka ia memandangku seraya bertanya : "Adakah bagimu keperluan?"

"ada!", jawabku. "Ajarilah aku sedikit dari pengetahuan yang dianugerahkan kepadamu".

Maka ia menjawab : "ketahuilah! Orang yang membenarkan AllahSWT, niscaya terlepas dari bahaya. Orang yang sayang kepada agamanNya, niscaya selamat dari kehinaan.Orang yang zuhud pada dunia, niscayatetaplah dua matanya memandang pahala daripada Allah SWT pada hari esok. Apakah aku perlu tambahkan lagi?"

"ya" jawabku.

Lalu ia menyambung : "Orang yang ada padanya tiga perkara, maka sempurnalah imannya : orang yang menegakkan amar ma'ruf terhadap orang lain dan terhadap dirinya, orang yang menjalankan nahi mungkar terhadap orang lain dan terhadap dirinya dan orang-orang yang menjaga batas-batas yang telah ditentukan oleh Allah SWT. apakah aku perlu tambahkan lagi?"

"ya!", jawabku.

Mka ia menyambung : "hendaklah kamu zuhud di dunia dan gemar ke akhirat. dan benarkanlah akan Allah SWT dalam segala pekerjaanmu, niscaya engkau terlepas serta orang-orang, yang terlepas dari segala mara bahaya". Kemudian ia pergi lalu aku tanyakan, siapakah orang itu? Maka orang sekeliling menjawab : "itulah imam Asy-Syafi'i"

- Menurut riwayat, perna orang bertanya kepada Imam Asy-Syafi'i ra. tentang ria', maka ia menjawab dengan tegas : "ria' adalah suatu fitnah yang diikatkan hawa nafsu untuk mendindingi pengelihatan mata hati para ulama. Lalu mereka melihat kepada ria' itu, dengan jahatnya pilihan jiwa. Maka binasalah segala amalannya".

berkata imam Asy-Syafi'i ra. : "apabila engkau takuti timbul 'ujub pada amalanmu, maka pandanglah kepada rela Tuhan yang engkau cari, pada pahala yang engkau gemari, pada siksa manapun yang engkau takuti, pada sihat yang engkau syukuri, dan pada bala yang engkau ingati. Apabila engkau renungkan salah satu dari perkara-perkara tadi maka kecillah rasanya pada matamu amalan itu"".

- Berkata imam Asy-Syafi'i : "barangsiapa tiada menjaga dirinya maka tidak bergunalah ilmunya"

- Di ceritakan bahawa Abdul kadir bin abdul Aziz adalah seorang salih dan wara'. Maka ia bertanya kepada Imam Asy-Syafi'i : "manakah yang lebih utama : sabar atau diuji atau diberikan keteguhan hati?

maka imam Asy-Syafi'i menjawab : " Diberi keteguhan hati adalah derajat Nabi-nabi. dan tak ada keteguhan hati itu selain sesudah diuji. Apabila diuji maka bersabar. Apabila sudah bersabar maka teguhlah hati. Tidakkah engkau lihat, bahwa Allah SWT menguji Nabi Ibrahim as. kemudian Allah memberikannya ketetapan hati? Allah menguji Nabi Musa as., kemdian Allah memberikannya ketetapan hati. Allah menguji Nabi Ayub as., kemudian Allah memberikannya ketetapan hati. dan Allah menguji nabi Sulaiman as., kemudian Allah memberikannya ketetapan hati dan menganugerahkannya kerajaan. maka ketetapan hati itu adalah derajat yang paling utama."

- Ditanya kepada imam Asy-Syafi'i ra.: "bilakah seorang itu dipanggil 'alim ?".

ia menjawab : "apabila ia yakin pada sesuatu ilmu lalu diajarinya ilmu itu. Kemudian ia menempuh ilmu-ilmu yang lain, maka dilihatnya, mana yang belum diperolehinya. ketika itu, barulah dia seorang 'alim ".

0 comments: